Pria dan pernikahan -
pernahkah Anda merasa begitu sulit menyatukan dua hal
ini ? Jika saat ini
Anda tengah berusaha agar kekasih Anda bersedia
berkomitmen, ada
kabar baik dan kabar buruk yang perlu diketahui. Kabar
baiknya, Anda bisa
berhenti bersikap manis agar ia segera melamar. Sedang
kabar buruknya adalah
tak ada yang bisa kita lakukan untuk mempercepat
prosesnya. Pria
memiliki jam biologis sendiri, ketika mereka sudah siap,
tanpa diminta mereka
akan berlutut melamar Anda. Jadi sambil menunggu, Anda
bisa meyakinkan
dirinya bahwa Anda adalah orang yang paling tepat untuk
dijadikan pasangan
hidup. Atau kalau mau, Anda juga bisa mencari orang yang
tidak perlu
diyakinkan.
Carie dkk di serial
Sex and the City pernah membuat persamaan antara pria
yang siap menikah
dengan taksi. Pada satu titik dalam hidupnya, pria akan
siap untuk
mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Ketika lampu "available"
menyala, maka wanita
yang menjadi kekasihnya bisa masuk dan melaju dalam
pernikahan. Lalu
bagaimana kita tahu bedanya pria yang "lampunya menyala"
dengan yang sedang
menyetir dalam gelap ?
Hari bersenang-senang
telah berakhir
Menurut John Malloy,
penulis buku Why Men Marry Some Woman and Not Others,
yang didasarkan pada
survey yang dilakukannya pada 2500 pria, saat seorang
pria siap menikah,
kehidupan lajang sudah tidak lagi menarik untuknya.
Malloy mewawancara
pria berusia 17-70 tahun yang sedang berencana menikah;
mereka mengaku mulai
kehilangan minat mengunjungi klub, cafe atau bar yang
selama ini menjadi
tempat favoritnya.
Mandiri secara
finansial
Meski pria juga
memiliki jam biologis tetapi waktunya tidak sama dengan yang
terjadi pada wanita.
Kebanyakan pria lebih fokus untuk sampai pada kondisi
mapan secara
finansial sebelum berkeluarga. Jika ia masih berjuang atau
kewalahan memenuhi
kebutuhan pribadinya, ia tidak akan mau menambah bebannya
dengan kehadiran
seorang istri. Bila Anda berharap segera menikah, yang Anda
butuhkan adalah pria
dewasa ; seseorang yang bisa diandalkan, yang mampu
menghidupi dirinya
tanpa bantuan keluarga. Meski si dia tidak kunjung
melamar, paling tidak
ia mau diajak bicara tentang komitmen atau konsep
hidup berkeluarga.
Ingin menjadi Ayah
Perhatikan
sikapnya,bisa jadi ia memandang anak-anak dengan tatapan rindu
dan mulai sering
berkata kalau suatu hari nanti Anda pasti memiliki anak
yang cantik. Jika
pasangan Anda bukan pria yang suka berterus terang, coba
simak apa kata John
Malloy, "kebanyakan pria ingin punya anak pada usia muda
agar ia bisa
mengajarkan anak-anaknya memancing, bermain bola dan aktivitas
laki-laki
lainnya".
Dari survey yang
dilakukan Malloy, ditemukan fakta bahwa usia bisa menjadi
salah satu faktor
bagi pria untuk segera menikah. Pria
berpendidikan
tinggi, biasanya
tidak melihat pernikahan sebagai sesuatu yang serius sampai
mereka berusia 26
tahun. Dan mereka akan masuk pada tahap membutuhkan
komitmen di usia 28
sampai 33 tahun. Pria dengan jenjang pendidikan yang
memakan waktu lama
seperti dokter atau pengacara, berada di puncak kebutuhan
pada usia 30 - 36
tahun. Tetapi masih menurut Malloy, ketika pria masih
melajang di usia 37,
kemungkinan ia akan menikah menjadi kecil. Dan setelah
berusia 43, mungkin
ia akan memutuskan untuk melajang selamanya.
Status pacar tetapi
bersikap seperti suami
Ketika seorang pria
sudah siap menjadi suami, ia akan bertingkah layaknya
seorang suami.
Misalnya ia membuat rencana masa depan, memperkenalkan Anda
kepada teman-teman
dan keluarganya, tidak hanya menelepon setiap hari tetapi
juga bercerita
aktivitasnya hari ini secara detail dan ingin mendengar hal
yang sama dari Anda.
Singkatnya, ia bersikap jujur dan terbuka.
Bila Anda tidak yakin
dengan perhatian pasangan Anda, perhatikan tingkah
lakunya, dan yang
terpenting pandangannya terhadap masa depan. Jika ia
berjanji menikahi
Anda tetapi tidak menyebutkan waktu, atau ia sering
menghindar bilamana
Anda mulai menyinggung topik masa depan, tampaknya
kemungkinan Anda
untuk naik pelaminan bersamanya sangat kecil. Tetapi jangan
cuma mengira itu
karena ia belum siap. Berterus teranglah kepadanya dan
sampaikan perasaan
Anda, sehingga Anda bisa tahu dimana posisi Anda dalam
hidupnya. Jika ia
tidak siap, maka tidak ada yang bisa mengubahnya. Untuk
kasus seperti ini,
ada baiknya Anda berpikir ulang. Apakah Anda masih ingin
menunggunya ?
Ia tidak siap menikah
bila :
- Sering mengatakan
tidak ingin diikat dalam tali perkawinan
Daripada membuang
waktu untuk mengubah pikirannya, percaya padanya dan
segera angkat kaki.
- Membeli mobil baru
Atau barang-barang
mewah lainnya yang tidak mencerminkan kebutuhan masa
depan. Jika ia tidak
dewasa dan tidak bertanggung jawab dalam mengatur
keuangannya, maka
pola pikirnya masih ’saya’, bukan ’kita’.
- Menyebut temannya
yang sudah menikah "pecundang"
Jika ia ingin
memiliki pasangan hidup, ia akan melihat pria dan wanita yang
membangun masa depan
bersama sebagai suatu hal yang indah, bukan sebaliknya.
- Sering membuat Anda
menangis
Dan itu bukan air
mata bahagia. Jika ia tidak dapat
dipercaya, sering
berdusta, punya
banyak Teman Tapi Mesra, lebih baik ’bercerai’ sekarang
daripada
di pengadilan. (An)




