Senin, 12 September 2016

4 TANDA PRIA SIAP MENIKAH DAN 4 TANDA TAK SIAP

Pria dan pernikahan - pernahkah Anda merasa begitu sulit menyatukan dua hal
ini ? Jika saat ini Anda tengah berusaha agar kekasih Anda bersedia
berkomitmen, ada kabar baik dan kabar buruk yang perlu diketahui. Kabar
baiknya, Anda bisa berhenti bersikap manis agar ia segera melamar. Sedang
kabar buruknya adalah tak ada yang bisa kita lakukan untuk mempercepat
prosesnya. Pria memiliki jam biologis sendiri, ketika mereka sudah siap,
tanpa diminta mereka akan berlutut melamar Anda. Jadi sambil menunggu, Anda
bisa meyakinkan dirinya bahwa Anda adalah orang yang paling tepat untuk
dijadikan pasangan hidup. Atau kalau mau, Anda juga bisa mencari orang yang
tidak perlu diyakinkan.

Carie dkk di serial Sex and the City pernah membuat persamaan antara pria
yang siap menikah dengan taksi. Pada satu titik dalam hidupnya, pria akan
siap untuk mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Ketika lampu "available"
menyala, maka wanita yang menjadi kekasihnya bisa masuk dan melaju dalam
pernikahan. Lalu bagaimana kita tahu bedanya pria yang "lampunya menyala"
dengan yang sedang menyetir dalam gelap ?

Hari bersenang-senang telah berakhir

Menurut John Malloy, penulis buku Why Men Marry Some Woman and Not Others,
yang didasarkan pada survey yang dilakukannya pada 2500 pria, saat seorang
pria siap menikah, kehidupan lajang sudah tidak lagi menarik untuknya.
Malloy mewawancara pria berusia 17-70 tahun yang sedang berencana menikah;
mereka mengaku mulai kehilangan minat mengunjungi klub, cafe atau bar yang
selama ini menjadi tempat favoritnya.

Mandiri secara finansial

Meski pria juga memiliki jam biologis tetapi waktunya tidak sama dengan yang
terjadi pada wanita. Kebanyakan pria lebih fokus untuk sampai pada kondisi
mapan secara finansial sebelum berkeluarga. Jika ia masih berjuang atau
kewalahan memenuhi kebutuhan pribadinya, ia tidak akan mau menambah bebannya
dengan kehadiran seorang istri. Bila Anda berharap segera menikah, yang Anda
butuhkan adalah pria dewasa ; seseorang yang bisa diandalkan, yang mampu
menghidupi dirinya tanpa bantuan keluarga. Meski si dia tidak kunjung
melamar, paling tidak ia mau diajak bicara tentang komitmen atau konsep
hidup berkeluarga.

Ingin menjadi Ayah

Perhatikan sikapnya,bisa jadi ia memandang anak-anak dengan tatapan rindu
dan mulai sering berkata kalau suatu hari nanti Anda pasti memiliki anak
yang cantik. Jika pasangan Anda bukan pria yang suka berterus terang, coba
simak apa kata John Malloy, "kebanyakan pria ingin punya anak pada usia muda
agar ia bisa mengajarkan anak-anaknya memancing, bermain bola dan aktivitas
laki-laki lainnya".

Dari survey yang dilakukan Malloy, ditemukan fakta bahwa usia bisa menjadi
salah satu faktor bagi pria untuk segera menikah.  Pria berpendidikan
tinggi, biasanya tidak melihat pernikahan sebagai sesuatu yang serius sampai
mereka berusia 26 tahun. Dan mereka akan masuk pada tahap membutuhkan
komitmen di usia 28 sampai 33 tahun. Pria dengan jenjang pendidikan yang
memakan waktu lama seperti dokter atau pengacara, berada di puncak kebutuhan
pada usia 30 - 36 tahun. Tetapi masih menurut Malloy, ketika pria masih
melajang di usia 37, kemungkinan ia akan menikah menjadi kecil. Dan setelah
berusia 43, mungkin ia akan memutuskan untuk melajang selamanya.

Status pacar tetapi bersikap seperti suami

Ketika seorang pria sudah siap menjadi suami, ia akan bertingkah layaknya
seorang suami. Misalnya ia membuat rencana masa depan, memperkenalkan Anda
kepada teman-teman dan keluarganya, tidak hanya menelepon setiap hari tetapi
juga bercerita aktivitasnya hari ini secara detail dan ingin mendengar hal
yang sama dari Anda. Singkatnya, ia bersikap jujur dan terbuka.

Bila Anda tidak yakin dengan perhatian pasangan Anda, perhatikan tingkah
lakunya, dan yang terpenting pandangannya terhadap masa depan. Jika ia
berjanji menikahi Anda tetapi tidak menyebutkan waktu, atau ia sering
menghindar bilamana Anda mulai menyinggung topik masa depan, tampaknya
kemungkinan Anda untuk naik pelaminan bersamanya sangat kecil. Tetapi jangan
cuma mengira itu karena ia belum siap. Berterus teranglah kepadanya dan
sampaikan perasaan Anda, sehingga Anda bisa tahu dimana posisi Anda dalam
hidupnya. Jika ia tidak siap, maka tidak ada yang bisa mengubahnya. Untuk
kasus seperti ini, ada baiknya Anda berpikir ulang. Apakah Anda masih ingin
menunggunya ?

Ia tidak siap menikah bila :

- Sering mengatakan tidak ingin diikat dalam tali perkawinan
Daripada membuang waktu untuk mengubah pikirannya, percaya padanya dan
segera angkat kaki.

- Membeli mobil baru
Atau barang-barang mewah lainnya yang tidak mencerminkan kebutuhan masa
depan. Jika ia tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab dalam mengatur
keuangannya, maka pola pikirnya masih ’saya’, bukan ’kita’.

- Menyebut temannya yang sudah menikah "pecundang"
Jika ia ingin memiliki pasangan hidup, ia akan melihat pria dan wanita yang
membangun masa depan bersama sebagai suatu hal yang indah, bukan sebaliknya.

- Sering membuat Anda menangis
Dan itu bukan air mata bahagia.  Jika ia tidak dapat dipercaya, sering
berdusta, punya banyak Teman Tapi Mesra, lebih baik ’bercerai’ sekarang
daripada di pengadilan. (An)

Kamis, 25 Agustus 2016

Berfikir positif hidup lebih tentram

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. 

Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.

Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif.

Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.  SELALU POSITIF . . . . DAN POSITIF

Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. 

Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, 

kawan-kawan Pygmalion berbisik,"Kikir betul orangitu." Tetapi Pygmalion berkata, 

"Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yanglebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, 

"Kasihan,anak- anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari 

segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain sebaliknya, 

ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain. 

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. 

Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia 

betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. 

Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikapPygmalion, 

lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, 

yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, 

Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu 

yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini 

untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. 

Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, 

seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,

  • Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
  • Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
  • Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan. Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai 2 dampak :fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baikpositif maupun negatif.
  • Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betu menjadi judes.
  • Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
  • Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. 

Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. 

Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. 

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. 

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. 

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, 

selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk.

Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. 

Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, 

"Barangkali ia sedang mencoba membujuk," 

atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." 

Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. 

Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,

kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur,

"Ia begitu murahhati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."...... ..

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, 

segala sesuatu akan tampak kelabu.

Hidup menjadi kelabu dan suram. 

Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. 

Kaca mata yang berprasangka atau benci 

akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.

Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.

Berpikir baik tentang diri sendiri. 

Berpikir baik tentang orang lain.

Berpikir baik tentang keadaan. 

Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.

Keluarga menjadi hangat. 

Kawan menjadi bisa dipercaya.

Tetangga menjadi akrab. 

Pekerjaan menjadi menyenangkan. 

Dunia menjadi ramah. 

Hidup menjadi indah. 

Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION 


and the world will be filled with positive people only........ ....how nice!!!!

Selasa, 23 Agustus 2016

10 Hal yang Perlu (Juga) Dirahasiakan


Jujur itu perlu. Jujur adalah kunci sukses sebuah hubungan. Tapi, bukan berarti semua hal harus diungkapkan. Apalagi pada kencan pertama.

Paling tidak, ada 10 hal yang harus dirahasiakan --tidak diungkapkan dulu, pada kencan pertama. Biar bikin penasaran. 

  1. Kebohongan. Walau kita tak boleh berdusta, tapi berbicara tak jujur dalam beberapa hal akan sangat membantu mencairkan suasana dan menyelesaikan masalah. Apalagi bila Anda bertekad untuk memperbaiki diri dan berjanji tidak akan berdusta lagi. (imaulana)
  2. Mantan Pacar Anda juga tidak perlu cerita berapa kali Anda pacaran dan siapa saja mantan pacar Anda. Anda juga sebaiknya tidak bertanya soal itu pada calon pacar. Selain membuat risih, juga memacu rasa kurang simpatik. 
  3. Rahasia Teman. Jangan dulu bercerita tentang teman --walau teman akrab sekalipun, dalam bentuk apapun. Apalagi menceritakan kejelekan mereka. Bisa jadi Anda dinilai sebagai orang yang tidak dipercaya atau tidak bisa memegang rahasia. Keuangan. Ini bisa jadi masalah serius, loh. 
  4. Apalagi bila yang diceritakan menyangkut masalah kekurangan dana, atau soal uang orangtua. Konon, orang lebih suka tak membicarakan soal ini, walau dalam hati ingin punya pacar tajir. 
  5. Porno. Dalam bentuk apapun. Sebaiknya Anda menyembunyikan harta-harta VCD atau majalah porno. Khususnya para cowok. Apalagi ngomong porno. Bisa jadi Anda dinilai sebagai orang yang tak sopan atau orang yang hanya ingin menjalin berhubungan demi seks. 
  6. Buku Telp/ Agenda. Tak peduli betapa bagus dan rapihnya buku agenda/ telp Anda, jangan pernah membiarkannya tergeletak. Apalagi bila berisi daftar kegiatan, nama teman, lengkap alamat dan no. telp-nya. Orang akan mengetahui siapa dan gimana pergaulan Anda dari situ. (Lanjut, klik disini... )
  7. Kesalahan. Belajar dari kesalahan di masa lalu itu bagus. Tapi menceritakan kesalahan atau kegagalan yang dialami, bisa membuat dia menilai Anda sebagai orang yang belum siap menempuh hidup baru. 
  8. Idaman. Cukup Anda yang tahu cowok/cewek yang diidamankan. Tak perlu mengatakan hal itu pada calon pacar, karena bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru, atau mungkin menyinggung perasaannya. 
  9. Idaman. Cukup Anda yang tahu cowok/cewek yang diidamankan. Tak perlu mengatakan hal itu pada calon pacar, karena bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru, atau mungkin menyinggung perasaannya. Misalnya, bila Anda mengaku seorang Bos --apalagi cara bicara dan penampilan Anda meyakinkan, mungkin dia akan menilai Anda tajir, tapi mungkin juga dia akan menilai Anda arogan. Sebaliknya, orang ingin berhubungan dengan orang yang se-level.  Keluarga. Membicarakan keluarga memberi kesan akrab. Tapi, pada kencan pertama, sebaiknya Anda membatasi cerita soal anggota keluarga pada kulit luarnya saja. Cukup mengenai jumlah dan kondisi kesehatan keluarga saja. 
  10. Pekerjaan. Boleh-boleh saja Anda diskusi soal pekerjaan dengan siapapun. Tapi jangan dengan orang yang sedang disukai. Pasalnya, banyak orang mengambil kesimpulan salah dari hal ini. 



Minggu, 21 Agustus 2016

Bahasa Cinta Membuat Panjang Umur!

Kasih sayang dan perhatian dapat mengurangi risiko penyakit jantung, demikian hasil studi yang di lakukan di Amerika. Benar, lho! Hal itu dapat di jelaskan secara ilmiah. Menurut Janice Kiecolt-Glaser, PhD, dosen dan Direktur Kesehatan Psikologi di Ohio State University College of Medicine, kasih sayang dapat menjaga hormon stres tetap rendah. Kalimat-kalimat manis dan kehangatan juga dapat mengurangi beban keseharian.

Studi ini menunjukkan bahwa bahasa mempengaruhi tingkat cortisol yang merupakan hormon pengendali stres yang mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan stress. Menurut Kiecolt-Glaser, wanita cenderung memiliki cortisol yang lebih tinggi dibanding pria.

"Dengan tingkat cortisol tinggi (2-3 kali normal), wanita memiliki kecenderungan cerai setelah 10 tahun pernikahan," katanya. Sebenarnya hal ini masih merupakan kesimpulan kasar, tetapi percaya atau tidak, dalam studi yang dilakukan selama sepuluh tahun itu terbukti bahwa wanita dengan cortisol tinggi bisa cerai lebih dari dua kali. Hmm...

Tingkat cortisol pada pria tidak seperti yang diduga. Pria memiliki respons yang lebih lambat, lama dan pendek terhadap masalah-masalah yang diterimanya, termasuk masalah pernikahan. Mungkin karena sikapnya yang lebih cuek dibanding wanita.

Direktur Center for Relationship Therapy di Atlanta, David Woodsfellow, mengatakan bahwa masalah pernikahan memang dapat meningkatkan stres, baik pada pria maupun wanita. "Oleh sebab itu, untuk meredam masalah pernikahan, ada baiknya apabila pasangan mempertahankan komunikasi yang baik," kata Woodsfellow.

Menurutnya, setiap orang memang memiliki pandangan dan prinsip berbeda-beda, tetapi mereka harus mulai menanggalkan ego dan sifat buruk masih-masing begitu bersatu dalam ikatan pernikahan. "Setelah menikah, Anda harus rela berbagi makanan, malam, kesibukan, liburan dan ranjang! Kalau dilakukan dengan baik, hal itu dapat mengurangi beban stres," kata Woodsfellow.

Kendati urusan umur ada di tangan Tuhan, tetapi secara medis, tingkat stres yang rendah bisa mengurangi risiko terjangkitnya penyakit-penyakit mematikan.

Agar Si Dia Menjadi Pendengar yang Baik

Bicara tentang kendala komunikasi antara pria dan wanita, memang tidak ada habis-habisnya. Alasannya pun macam-macam, dari yang ilmiah sampai yang sekadar mereka-reka. 
Pakar psikologi asal AS, Caroline Landau, PH.D, menyebutkan kalau lahirnya kemacetan komunikasi dalam sebuah pasangan, baik itu yang masih berpacaran atau pun yang telah menikah, sekali lagi karena adanya perbedaan visi dalam benak pria dan wanita. 

"Umumnya tujuan para pria atau suami berbicara itu adalah untuk sekadar membagi segala informasi. Sebaliknya, keinginan para wanita atau istri berdiskusi dan berbicara dengan pasangannya itu cenderung lebih emosional sifatnya. Tidak sekadar ngobrol tapi juga berbagi rasa," jelas Landau. 

Karenanya, guna mengatasi friksi yang muncul tersebut, menurut Landau, tidak ada salahnya menyusun rencana efektif. Utamanya bagi para wanita yang kerap merasa sulit memulai berbicara dengan pasangannya atau suaminya. 

Berikut ini ada beberapa cara efektif, sebagaimana dikemukakan Landau, yang bisa dilakukan oleh para wanita atau istri agar pasangan atau suami mereka mau menjadi pendengar yang baik: 
  • Dekati pasangan Anda di saat perasaan atau mood Anda tengah bagus-bagusnya. Takutnya, jika Anda mendatangi pasangan di saat marah maka yang ada dalam benak Anda adalah keinginan untuk menyerangnya. Ujung-ujungnya, sang pasangan bukan tidak mungkin justru terdorong untuk bersikap defensif. 


  • Ketika pasangan Anda berbicara, fokuslah pada yang ia bicarakan. Lakukan kontak mata dengan pasangan Anda dan hilangkan gangguan, misalnya menyingkirkan telepon seluler yang sedang Anda pegang atau mengecilkan suara televisi yang sedang menyala.


  • Spesifikasikan segala tujuan dan apapun yang Anda inginkan. Misalnya saja Anda katakan kepada pasangan kalau saat ini Anda hanya ingin dia mendengarkan semua yang Anda katakan. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Anda akan meminta nasihat dan pendapatnya. Biasanya, dengan cara seperti itu para pria akan berupaya untuk mendengarkan. Ya, siapa juga yang nggak kepingin nasihat atau pendapatnya didengar, bukan? 


  • Kembangkan terus perasaan Anda guna membantu si dia mengerti apa yang sebenarnya Anda harapkan. Misalnya saja Anda katakan bahwa; "Kalau kamu mendengar seperti itu aku jadi senang deh." 


  • Saat mendengarkan pasangan Anda, berempatilah. Empati adalah merasakan atau membayangkan diri Anda berada di kondisi pasangan Anda.
  • Dengan berempati, Anda akan menyadari bahwa ia mengajak Anda berbicara karena mungkin sedang kesal, stres, iseng, atau capai akan suatu hal. Selain itu, dengan berempati Anda akan memberikan perhatian Anda.


  • Tanyakan pula perubahan apa saja kiranya yang bisa diperbuat olegnya. Misalnya saja dalam membahas masalah keuangan, Anda meminta pasangan untuk mendiskusikan fakta yang ada dulu. Kemudian, barulah Anda dan dia mencari jalan keluarnya. Asyik bukan saling bahu-membahu. 
  • Jangan lupa pula untuk selalu mengembangkan sikap positif Anda. Misalnya saja, seusai pembicaraan, Anda mengucapkan terima kasih kepada si dia yang rela dan mau mendengarkan segala keluh-kesah Anda dan telah membuat Anda merasa tenang sekaligus lega 

  • Jika Anda merasa topik yang dibicarakan pasangan Anda tidak penting, diam saja. Tidak perlu mengomentari atau mendebatnya. Faktanya, banyak orang yang mengajak berbicara pasangannya hanya untuk didengarkan saja, bukan untuk dikomentari apalagi dibantah.
  • Setelah pasangan Anda selesai bicara, jika ada yang tidak Anda mengerti atau sesuatu hal tidak jelas, klarifikasilah agar Anda tidak salah persepsi. Untuk mengklarifikasi, Anda cukup bertanya tentang hal yang tidak jelas itu dan biarkan pasangan Anda menjelaskannya.
  • Jika pasangan Anda meminta saran, beri saran seperlunya. Usahakan saran tersebut tidak menggurui atau menonjolkan superioritas Anda.
  • Sebagai contoh, pasangan Anda mengeluhkan kesehatannya. Saran yang Anda berikan cukup dengan menyuruh dia ke dokter. Jika memungkinkan, tawarkan bahwa Anda bisa mengantar dia pergi ke dokter.
  • Jika Anda tidak suka topik yang sedang dibicarakan pasangan Anda, misalnya gosip seorang artis, alihkan secara perlahan-lahan topik tersebut. Jangan langsung karena pasangan Anda bisa tersinggung.
Sebagai contoh, setelah beberapa saat, Anda bertanya tentang tempat-tempat liburan yang akan Anda berdua kunjungi di akhir pekan. Secara tidak sadar, pasangan Anda akan meresponsnya dan melupakan topik sebelumnya.

Menjadi pendengar yang baik itu tidak sulit, terlebih jika Anda ingin hubungan yang harmonis dengan pasangan Anda. Cobalah ketujuh langkah di atas sesegera mungkin sehingga pertengkaran karena hal yang sebenarnya sepele tidak terulang lagi.



.

3 Cara Menghadapi Kegagalan

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan,yaitu di saat apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita perlu belajar bagaimana menyiasati kegagalan tersebut,karena semua guru sukses mengatakan bahwa gagal dan berhasil itu sudah di kemas dalam satu paket.

Hanya sering kita tidak sabar dalam proses untuk mendapatkan keberhasilan, dan cepat mengeluh,menyalahkan orang lain dan mencari2 alasan untuk berhenti bertindak apabila menemukan kegagalan.

Ada beberapa type orang dalam merespon kegagalan :

1. Mencari kambing hitam,menyangkal dan mencari pembenaran.

Kebanyakan orang akan melakukan hal ini, ketika menemui kegagalan. Merasa 
frustasi dan akhirnya berhenti bertindak dan menyerah.Mereka akan berkata kepada orang lain : "wah, saya nggak berbakat", "pemerintah itu tidak adil ", "karyawan saya kurang ajar"
"benar kan kata saya, bisnis itu susah "

2. Mengulang tindakan yg sama tanpa merubah strategi.


Orang type seperti ini, masih lebih bagus, karena mereka yakin dan masih mencoba tetap bertindak untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi mereka lupa bahwa tindakan yang mereka ambil masih sama dengan yg pernah mereka lakukan. Jadi mereka menggunakan pendekatan, cara2 yg sama dan terus mengulang-ulang tanpa pernah merubah strategi yg di gunakan.

3. Belajar dari kesalahan,merubah strategi dan terus bertindak.


Pola seperti ini yang orang2 sukses gunakan, mereka tidak pernah merasa gagal, mengeluh, menyalahkan orang lain. Mereka terus belajar , merubah strategi dan melakukan apapun yang di perlukan sampai mendapatkan tujuan

Untuk mendapatkan hasil yang berbeda,tindakan anda juga harus berbeda.

Hidup adalah pilihan, dan kita bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri, bukan orang lain, bukan atasan kita dan juga bukan pula pemerintah.

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,
hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai
seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan
masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan
cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan
sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari.

Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang
dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi
satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia
ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi,
rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa
tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini
perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan
hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon
generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang
menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan.
Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega.
Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan
kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan
dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika
situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu
menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa.
Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya
menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau
mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam
hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi
tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah
Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu,
dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera
melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai
lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan
terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini
karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih
termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat
ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya
teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu
biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah,
sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah
yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat
finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang
kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

Bangun network

Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru
dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke
daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun
netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun
kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam
daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada
musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin
dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap
hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku
tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The
Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini
juga dialami Ho Chi Minh.

Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat
dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A
Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah
Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda?
Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe
selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola
pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin