Minggu, 21 Agustus 2016

Agar Si Dia Menjadi Pendengar yang Baik

Bicara tentang kendala komunikasi antara pria dan wanita, memang tidak ada habis-habisnya. Alasannya pun macam-macam, dari yang ilmiah sampai yang sekadar mereka-reka. 
Pakar psikologi asal AS, Caroline Landau, PH.D, menyebutkan kalau lahirnya kemacetan komunikasi dalam sebuah pasangan, baik itu yang masih berpacaran atau pun yang telah menikah, sekali lagi karena adanya perbedaan visi dalam benak pria dan wanita. 

"Umumnya tujuan para pria atau suami berbicara itu adalah untuk sekadar membagi segala informasi. Sebaliknya, keinginan para wanita atau istri berdiskusi dan berbicara dengan pasangannya itu cenderung lebih emosional sifatnya. Tidak sekadar ngobrol tapi juga berbagi rasa," jelas Landau. 

Karenanya, guna mengatasi friksi yang muncul tersebut, menurut Landau, tidak ada salahnya menyusun rencana efektif. Utamanya bagi para wanita yang kerap merasa sulit memulai berbicara dengan pasangannya atau suaminya. 

Berikut ini ada beberapa cara efektif, sebagaimana dikemukakan Landau, yang bisa dilakukan oleh para wanita atau istri agar pasangan atau suami mereka mau menjadi pendengar yang baik: 
  • Dekati pasangan Anda di saat perasaan atau mood Anda tengah bagus-bagusnya. Takutnya, jika Anda mendatangi pasangan di saat marah maka yang ada dalam benak Anda adalah keinginan untuk menyerangnya. Ujung-ujungnya, sang pasangan bukan tidak mungkin justru terdorong untuk bersikap defensif. 


  • Ketika pasangan Anda berbicara, fokuslah pada yang ia bicarakan. Lakukan kontak mata dengan pasangan Anda dan hilangkan gangguan, misalnya menyingkirkan telepon seluler yang sedang Anda pegang atau mengecilkan suara televisi yang sedang menyala.


  • Spesifikasikan segala tujuan dan apapun yang Anda inginkan. Misalnya saja Anda katakan kepada pasangan kalau saat ini Anda hanya ingin dia mendengarkan semua yang Anda katakan. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Anda akan meminta nasihat dan pendapatnya. Biasanya, dengan cara seperti itu para pria akan berupaya untuk mendengarkan. Ya, siapa juga yang nggak kepingin nasihat atau pendapatnya didengar, bukan? 


  • Kembangkan terus perasaan Anda guna membantu si dia mengerti apa yang sebenarnya Anda harapkan. Misalnya saja Anda katakan bahwa; "Kalau kamu mendengar seperti itu aku jadi senang deh." 


  • Saat mendengarkan pasangan Anda, berempatilah. Empati adalah merasakan atau membayangkan diri Anda berada di kondisi pasangan Anda.
  • Dengan berempati, Anda akan menyadari bahwa ia mengajak Anda berbicara karena mungkin sedang kesal, stres, iseng, atau capai akan suatu hal. Selain itu, dengan berempati Anda akan memberikan perhatian Anda.


  • Tanyakan pula perubahan apa saja kiranya yang bisa diperbuat olegnya. Misalnya saja dalam membahas masalah keuangan, Anda meminta pasangan untuk mendiskusikan fakta yang ada dulu. Kemudian, barulah Anda dan dia mencari jalan keluarnya. Asyik bukan saling bahu-membahu. 
  • Jangan lupa pula untuk selalu mengembangkan sikap positif Anda. Misalnya saja, seusai pembicaraan, Anda mengucapkan terima kasih kepada si dia yang rela dan mau mendengarkan segala keluh-kesah Anda dan telah membuat Anda merasa tenang sekaligus lega 

  • Jika Anda merasa topik yang dibicarakan pasangan Anda tidak penting, diam saja. Tidak perlu mengomentari atau mendebatnya. Faktanya, banyak orang yang mengajak berbicara pasangannya hanya untuk didengarkan saja, bukan untuk dikomentari apalagi dibantah.
  • Setelah pasangan Anda selesai bicara, jika ada yang tidak Anda mengerti atau sesuatu hal tidak jelas, klarifikasilah agar Anda tidak salah persepsi. Untuk mengklarifikasi, Anda cukup bertanya tentang hal yang tidak jelas itu dan biarkan pasangan Anda menjelaskannya.
  • Jika pasangan Anda meminta saran, beri saran seperlunya. Usahakan saran tersebut tidak menggurui atau menonjolkan superioritas Anda.
  • Sebagai contoh, pasangan Anda mengeluhkan kesehatannya. Saran yang Anda berikan cukup dengan menyuruh dia ke dokter. Jika memungkinkan, tawarkan bahwa Anda bisa mengantar dia pergi ke dokter.
  • Jika Anda tidak suka topik yang sedang dibicarakan pasangan Anda, misalnya gosip seorang artis, alihkan secara perlahan-lahan topik tersebut. Jangan langsung karena pasangan Anda bisa tersinggung.
Sebagai contoh, setelah beberapa saat, Anda bertanya tentang tempat-tempat liburan yang akan Anda berdua kunjungi di akhir pekan. Secara tidak sadar, pasangan Anda akan meresponsnya dan melupakan topik sebelumnya.

Menjadi pendengar yang baik itu tidak sulit, terlebih jika Anda ingin hubungan yang harmonis dengan pasangan Anda. Cobalah ketujuh langkah di atas sesegera mungkin sehingga pertengkaran karena hal yang sebenarnya sepele tidak terulang lagi.



.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar